Jumat, 29 Maret 2024

Situs Mangkunegara

Ternyata situs ini sudah masuk dalam daftar peninggalan budaya pada Pemkab Surakarta. 



Izin.. mengutip ulasan akun media FB 

Duka mendalam menyelimuti keluarga dari KGPAA Mangkunegoro VIII, pasalnya pada 21 November 1977 sang Putra Mahkota Gusti Pangeran Haryo (GPH) Radityo Prabukusumo meninggal dunia. Adapun penyebab meninggalnya GPH Radityo Prabukusumo yaitu akibat kecelakaan lalin di Boyolali. 

Radityo saat itu bersama dengan Erna istrinya mengendarai sedan Honda Civic dan bertabrakan dengan jeep.

Sumber: Merdeka, 24 Nop 1977 Hal 8 kol 6 . Koleksi Layanan Surat kabar Langka Terjilid Perpustakaan Nasional


RI

#solotempodoeloe


Sabtu, 09 Maret 2024

Kelahiran Sunan Giri

 Di saat kelahirannya bayi Sunan Giri dituduh sebagai biang keladi masalah atas wabah yang melanda Blambangan oleh Patih Bajul Sengata. Patih Bajul Sengata menyarankan Prabu Menak Sembuyu untuk membunuh putra dari Dewi Sekardadu. Namun upaya itu tidak terjadi, sebab Sunan Giri dilarung ke laut Blambangan oleh ibunya, sebagai aksi penyelamatan dari rencana pembunuhan dari Senopati Blambangan.


Saat ditengah laut antara Blambangan dan Gili Manuk, bayi anak Dewi Sekardadu itu diselamatkan oleh awak kapal bernama Abu Hurairoh, anak buah dari Nyi Ageng Pinatih dari Gresik, janda kaya raya bekas istrinya Koja Mahdum Syahbandar. Peristiwa itu ditulis oleh Thomas Stamford Raffles dalam bukunya History of Java.[5]

Ini pula dikuatkan oleh catatan H.J. De Graaf dan Th. Pigeaud dalam buku Kerajaan-Kerajaan Islam di Jawa Peralihan dari Majapahit ke Mataram.



Karena ditemukan di laut, maka bayi itu dinamai Jaka Samudra.

Menurut Hoesein Djajadiningrat dalam Sadjarah Banten (1983), Nyai Pinatih adalah janda kaya raya di Gresik, bersuami Koja Mahdum Syahbandar, seorang asing di Majapahit. Nama Pinatih sendiri sejatinya berkaitan dengan nama keluarga dari Ksatria Manggis di Bali (Eiseman, 1988), yang merupakan keturunan penguasa Lumajang, Menak Koncar, salah seorang keluarga Maharaja Majapahit yang awal sekali memeluk Islam.

Terdapat beberapa karya seni tradisional Jawa yang sering dianggap berhubungkan dengan Sunan Giri, diantaranya adalah permainan-permainan anak seperti Jelungan, dan Cublak Suweng; serta beberapa gending (lagu instrumental Jawa) seperti Asmaradana dan Pucung.

Sunan Giri lahir di Blambangan tahun 1442 M dan meninggal tahun 1506 dimakamkan di desa Giri, Kebomas Gresik.

Nama Giri sendiri yang digunakan oleh Sunan Giri dalam menamakan tempat tinggalnya di Gresik itu diambil dari nama tempat ibukota Kerajaan Blambangan saat itu. Kota Giri saat ini menjadi sebuah kecamatan di Banyuwangi, Jawa Timur.

( Berbagai Sumber )