Apakah rumput laut itu?
Rumput laut adalah salah satu jenis gulma laut atau ganggang karena hidup diperairan atau laut. Dalam ilmu hayati, istilah rumput laut memiliki nama latin Eucheuma Spinosumdala bahasa ilmiah dikenal dengan istilah Alga. Istilah Rumput laut lebih umum digunakan dalam bahasa Indonesia oleh masyarakat Indonesia. Namun dalam kelompok tumbuhan , kita salah jika menggunakan istilah ini. Hal ini karena memang habitat nya yang berbeda. Menurut pigmen yang dikandungnya, rumput laut terdiri atas tiga kelas yaitu Ganggang hijau (Chlorophyceae), Ganggang coklat (Phaeophyceae) dan Ganggang merah (Rhodophyceae).
Diwilayah negeri yang memiliki perairan laut yang luas, rumput laut tumbuh sangat subur secara natural maupun dibudidayakan untuk keperluan konsumsi atau pangan. Diwilayah Indonesia diketahui memiliki potensi wilayah laut sangat besar yaitu 6.400.000 km2 atau 77% dari seluruh luas wilayah Indonesia. ini adalah potensi besar untuk dikelola sebagai sumber daya alam yang sangat kaya.
Kembali tentang "rumput laut". Selama ini kita hanya tahu bahwa rumput laut sangat baik untuk dikonsumsi sebagai bahan pangan. Nutrisi dalam rumput laut kaya vitamin dan mineral. Diantaranya adalah vitamin A, vitamin B6, vitamin B12, vitamin C, zat besi, mangan, magnesium, zinc, fiboflavin, niacin, tiamin dan kalsium.
Namun sungguh mengejutkan , bahwa rumput laut memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai energi baru semacam bioetanol, biodiessel, biogass. Hal ini pernah diungkapkan oleh salah satu peneliti bernama Von Keitz di Amerika Serikat tentang biomassa yaitu energi yang berasal dari makroalga atau tumbuhan laut yang akan menjadi the future optional energy (Scientific America, Selasa 16 Januari 2024).
Jika mengetahui hal ini, apakah kita akan tetap diam dan tidak segera merespon untuk melakukan penelitian dan jika mungkin untuk bergerak membangun industri energi terbaru dari bahan baku alga atau rumput laut ini. Dan ternyata sudah banyak mahasiswa dan pelajar yang mulai melakukan penelitian namun masih dalam hal kepentingan akademisi. Ini suatu anugerah besar dari Tuhan Yang Maha Kuasa bahwa bumi kita kaya dengan ragam hayati baik didarat maupun dilaut untuk kemaslahatan umat manusia. Kita patut bersyukur.

